Kamis, 26 Maret 2015

Praktikum 4

 Render Video and Render Image Sequence

Dalam Blender

 

I. Tujuan

Melakukan rendering untuk menghasilkan output akhir berupa video

II. Alat

Blender 2.72

III. Bahan

1. Rotated Cartoon Dragon 
2. Child Dragon Images Sequences

 IV. Dasar Teori

Ada banyak cara untuk render dalam Blender, tetapi  ada cara yang paling umum untuk dipakai adalah : 
1. Me-render dalam bentuk video.
  •  Kelebihan :
Dapat langsung dinikmati menggunakan video player biasa seperti Windows Media Player.
  • Kekurangan :
Jika terjadi kesalah atau Crash saat render belum selesai, maka file video yang diproses akan korup, dan kegiatan renderpun harus mulai dari awal.




2. Me-render Dalam bentuk Image Sequences
  • Kelebihan :
Jika terjadi Crash saat proses render, maka sebagian file yang telah di-render tidak perlu diulang dari awal.
  • Kekurangan : 
Masih membutuhkan aplikasi compositor atau video editor atau aplikasi spesifik yang mampu mengubah image sequences menjadi bentuk video, tetapi Aplikasi Blender juga dapat berfungsi sebagai video editor.


V. Petunjuk Praktikum

Percobaan 1 Render Video 
1. Buka File Rotated Cartoon Dragon
2. Scroll ke Bawah sampai menemukan  opsi Output Pada View Properties
3. Set nama file menjadi Blendertest.mov dengan meng-klik tombol folder pada bagian output acordion
4. Pilih video format QuickTime
5. Klik Tombol Render Animation
6. Tunggu proses render selesai (250 Frame)
7. Apabila proses render sudah selesai, maka akan muncul pop-up yang menampilkan file Blendertest.mov

Percobaan 2 Render Image Sequences
1. Buka File Rotated Cartoon Dragon
2. Scroll ke Bawah sampai menemukan  opsi Output Pada View Properties
3. Set nama file menjadi Blendertest.mov dengan meng-klik tombol folder pada bagian output acordion
4. Pilih file format PNG
5. Klik tombol render Animation 
6. Tunggu proses render selesai (250 Frame) 
7. Di akhir rendering akan ada file-file PNG yang berakhiran 001, 002, 003, dst sesuai dengan nomor frame pada folder yang sudah diatur sebelumnya.

Percobaan 3 Convert Image Sequence Menjadi File Video
1. Buka file blender baru. Pertama-tama klik File ➞ New
2. Kemudian klik Reload start-up File
3. Aktifkan view layout Video Editing
4. Pada view Video Sequence Editor klik Add
5. Klik menu Image
6. Set start frame 1 dan end frame 250
7. Pilih semua image sequence dari 0001.png sampai 0250.png
8. Klik Add Image Strip
9. Klik tombol play untuk memainkan image sequences yang sudah ditambahkan.
10. Ganti view Graph Editor dengan view Properties
11. Set nama file video yang diinginkan pada bagian Output dengan menekan tombol folder
12. Klik render Animation untuk me-render video.




VI. Hasil Praktikum

1. Membuat screen record berisi playback dari hasil render berupa video.
a. Percobaan 1 Render Video




Hasil Rendernya : 

b. Percobaan 2


c. Percoban 3







2. Membuat screen record berisi isi folder yang berisi kumpulan image sequence (hasil render per frame berupa gambar).



3. Menceritakan tentang durasi/waktu yang dibutuhkan untuk merender keseluruhan frame (250 frame).
Pada saat praktikum 1 durasinya 25menit, pada saat praktikum 2 durasinya 26menit, pada saat praktikum 3 durasinya 3 menit.


VII. Kesimpulan
Pada praktikum kali ini saya bisa melakukan rendering animasi berupa video, berupa file PNG, dan berupa image sequences, awal praktikum saya mengalami kesulitan karena baru pertama kalinya saya melakukan rendering animasi berupa video lalu saya coba memahaminya dan bisa. saat praktikum render image sequences sangat ribet dari pada render berupa video langsung. Terimakasih.
 


Jumat, 20 Maret 2015

Praktikum 3

Rotasi 360 pada Animasi 3D 
dalam Blender

I. Tujuan

 Mahasiswa mampu membuat rotasi 360 pada animasi


II. Alat

Blender 2.72

III. Dasar Teori

360 turn table animation adalah animasi yang biasanya digunakan untuk menampilkan hasil karya 3D, semacam showcase. Animasi ini juga merupakan animasi umum untuk showreel seorang 3D modeller. berikut contoh penggunaan 360 turn table animation untuk showreel 3D modeling. Untuk melakukan praktikum ini diperlukan pengetahuan atas dasar-dasar teori berikut terkait perintah-perintah yang bisa dilakukan oleh blender. Diantaranya adalah perintah-perintah untuk manipulasi objek, meng-custom tampilan blender (view), dan menganimasikan objek menggunakan keyframe.

 Manipulasi Objek

Untuk melakukan manipulasi objek, pertama kali yang perlu dilakukan adalah memilih objek untuk dimanipulasi baru kemudian dilanjutkan dengan perintah manipulasinya. berikut adalah daftar perintah yang bisa digunakan
1. Selecting object
untuk menseleksi satu objek dapat dilakukan dengan tombol Right Click.
untuk menseleksi lebih dari satu objek dapat dilakukan dengan menahan tombol shift kemudian right click pada semua objek yang ingin diseleksi.
untuk memilih seluruh objek yang tampil di layar dapat dilakukan dengan meletakkan mouse cursor di atas 3D View kemudian tekan tombol A. Tombol ini berfungsi sebagai toggle, jika belum ada objek yang diseleksi maka akan berfungsi sebagai select all. jika select all sudah dilakukan, maka tombol A berfungsi sebagai unselect all.
2. Rotate
setelah objek terseleksi, rotasi dapat diaktifkan dengan menekan tombol R pada saat mouse berada diatas 3D view, kemudian gerakkan mouse ke tengah atau ke luar layar.
3. Scale
setelah objek terseleksi, scale dapat diaktifkan dengan menekan tombol S kemudian gerakkan mouse untuk scale in atau scale out.
4. Translate/move
setelah objek terseleksi, translate/move dapat diaktifkan dengan menekan tombol G kemudian gerakkan mouse untuk memindahkan objek.
Untuk semua kegiatan tersebut (rotate, scale, translate), pergerakannya dapat dibatasi pada sumbu tertentu dengan menekan tombol X atau Y atau Z sesuai sumbu yang diinginkan.
Selain menggunakan tombol keyboard, juga bisa dilakukan menggunakan tombol objek handle di bagian bawah 3D viewport.

IV. Hasil Praktikum

1. Test Render
 
 

2. Rotasi 360 


 
 

V. Kesimpulan

Pada praktikum ke-tiga ini saya bisa melakukan render normal seperti yang dilakukan pada praktikum sebelumnya, setelah itu saya bisa membuat rotasi 360 derajat pada suatu animasi yang sesuai dengan rule praktikum tiga ini, Terimakasih.

Jumat, 13 Maret 2015

Praktikum II


Praktikum II Animasi 3D
Render Dalam Blender Untuk Pemula




I. Tujuan


Mahasiswa dapat melakukan Render Di blender untuk kali pertama.


II. Alat


Blender 2.72


III. Dasar Teori


- Render adalah sebuah kegiatan untuk mengubah 3D view yang telah diatur sebelumnya untuk menjadi gambar atau video. Menu untuk melakukan render terdapat pada “Properties”.


- Untuk render single frame (1 frame saja) dapat dilakukan dengan menekan tombol “Render".




tombol-render
                                                              Tombol Render


- Biasanya, hasil sebuah render tidak langsung berupa file. tapi hanya ditampilkan pada image editor seperti berikut ini :
 
image-editor
                                                        Hasil Setelah Proses Render Selesai


- Untuk menyimpan hasil tersebut menjadi sebuah file image, bisa menggunakan menu Image->Save as Image.
save-as-image
                                                          Klik Image > Save As Image




- Contoh Hasil Render yang berformat PNG :


 
Hasil Rendering Saya Pada Praktikum II




- Kegiatan render biasanya ada dua macam. Yang pertama adalah render low res untuk keperluan selama pembuatan. Yang kedua adalah render high res yang merupakan render final hasil akhir untuk disajikan ke client. Perbedaannya, render low res akan focus ke fast render sehingga tidak mengganggu proses pembuatan.Salah satu cara untuk melakukan fast render adalah dengan merender menggunakan 50% resolution seperti berikut :
 


screen-resolution
                                                     50 % Resolusi Untuk "Fast Render"


- Pada Percobaan Yang saya lakukan dengan menggunakan Prosesor Core i3, memakai resolusi 50% mempercepat waktu render yang awalnya 1 Jam 29 Menit Menjadi 30 Menit.

Kegiatan Yang saya lakukan saat Praktikum :

1. Proses Rendering Dengan format default


 
 

2. Proses Rendering dengan format TV NTSC dengan resolusi 50%



3. Proses Rendering Dengan format TV NTSC dengan resolusi 100%

 
 
 
 
 
 

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | cna certification